Mereka (memang) Saudaraku

April 20, 2011 § Leave a comment

Menjadi anak tengah memang tidak selalu menyenangkan. Terlebih dua kakak perempuan dan adek (perempuan juga) adalah saudara yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Mempunyai beragam sifat pun sikap. Saya selalu menahan gemuruh dendam apabila dibuat kesal. Namun, siapa yang tahu? Merekalah alasan aku selalu mengucap syukur

1. Enggar Arikanita

Selalu dan selalu memerintah adik-adiknya untuk sungkan kepada Bapak Ibu. Selalu dan selalu cerewet dengan ribuan omongan (sok) bijaknya untuk kami, tiga adiknya. Masa remaja dihabiskan dengan cerita cinta khas novel teenlit, basket dan labrak-labrakan. Namun, bekerja satu tahun di Bandung di Perusahaan Pharos (obat) mempertemukannya dengan Joko Purnomo suaminya kini. Menikah di bulan Agustus 2006 telah menghadirkan malaikat cantik bernama Falisha Anila Purnomo.

mba nita

mba nita dan aku

“Perlu kamu tahu, “Aku sayang banget kamu, untuk senyum dan marahmu.”

2. Erlani Yorienda Putri (Mba Rinda)

Hidupnya keras. Penuh tempaan cobaan. Sendirian membesarkan jagoan nakal si Pasha Ali Makrus memang dirasa sangat berat. Apalagi bila menghitung materi. Apa yang bisa diandalkan oleh seorang single parent yang hanya bekerja di SD N 1 Jageran? Tidak ada. Namun, dengan tabah dia mau mengakui kesalahannya. Dan menjalaninya, ikhlas.

mba rinda

bersama pasha dan falish (mba nita kecil)

Kakak paling sok (pengen) tau ini kadang kehadirannya enggan diharapkan. Apalagi bila dia tahu semuanya tentang rahasia terbesar kami, tiga saudara kandungnya.

“Mba, kamu hebat. Semua orang tahu itu. Kamu kuat. Dan kamu sadar itu. Teruslah menjadi idola bagi anakmu itu.”

3. Erlina Intan Swasti (Dek Intan)

intan

dan dialah adek kesayangan


Mengapa perlu menulismu? Sementara kamu adalah adek paling ngeyel sedunia fana? Entah. Kamu adalah perempuan tangguh di mataku. Dengan menantang, kamu selalu mengabaikan omongan orang yang meremehkanmu. Ya, hidupmu jarang dihargai oleh mereka. Bahkan mungkin aku juga. Maaf. Kamu masih muda. Baru kelas 1 SMA. Kamu tak perlu tegar. Sesekali menangislah kencang. Semprot orang-orang itu dengan airmatamu. Belum saatnya rahangmu mengeras. Tak perlu kamu iri dengan mbak-mbakmu. Sebentar lagi kamu bisa tidak mengenakan seragam lagi. Sebentar lagi kamu bisa merasakan empuknya pelaminan. Masamu pasti akan datang. Jangan kamu dewasa sebelum kata itu menghampirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mereka (memang) Saudaraku at elvira purba.

meta

%d bloggers like this: