Selamat Hari Bumi, Kehidupan

April 22, 2011 § 1 Comment

Hari Bumi

Bumi pun mengucap syukur. Mari kita buat bumi selalu bersyukur kepada Sang Pencipta

Tanggal 22 April 2011. Hari ini. Hari Bumi. Selayaknya hari besar lainnya, peringatan ini juga kita rayakan. Dengan apa? Entah. Macam-macam pasti. Apabila kalian semua menanyakan peran apa yang telah saya lakukan untuk bumi apa saja? Membuang sampah pada tempatnya, menyirami tanaman pagi-sore, mematikan lampu kamar setelah subuh (maaf, saya tidak bisa tidur kalau lampu dimatikan. Takut). Kok hanya hal-hal kecil semacam itu? Saya bukan Duta Lingkungan yang setiap saat mengkampanyekan program Sayangi Bumi Kita. Ya, hanya hal-hal “remeh” semacam itu yang baru bisa saya lakukan saat ini. Ada ajakan penanaman seribu pohon, ayo saya selalu ikut. Permintaan menyumbang pohon untuk program tersebut juga pasti setiap saat saya lakukan.

Dan siapakah makhluk yang bernama bumi ini?

Dia adalah planet dengan nomor urutan ketiga setelah Merkurius dan Venus. Satu-satunya planet di tata surya yang sampai saat ini bisa dihuni manusia diperkirakan sudah merayakan ulangtahunnya sebanyak 4,6 milyar. Wow. Dan berapakah jarak yang harus ditempuh manusia untuk mencapai Si Pusat Tata Surya (baca: matahari)? Beberapa ahli menjawab 149,6 juta kilometer. Waduh, berapa tahun kita melakukan perjalanan bolak-balik Jakarta-Jogja, ya?

bumi, bumi, dan sekali lagi bumi

Saya tidak akan membahas komposisi bumi yang berisi oksigen, nitrogen, silikon, nikel, dan material-material lainnya. Itu bukan ranah saya, pusing nantinya.

Kita semua mengibaratkan bahwa bumi itu bundar. Benarkah demikian? Saya mencoba membuka kembali LKS kelas 6 SD dan tidak menemukan kata itu. Bumi itu bulat pepat, kawan. Atau bolehkah saya menyebutnya elips? Sebab bumi tidak berbentuk bulat sempurna dikarenakan pada bagian kutub utara dan kutub selatan tertekan hingga ceper. Membuat bagian khatulistiwa menjadi buncit (jadi ingat perut Ahlul, hahaha pis). Mengenai ceper dan buncit terjadi dikarenakan bumi berputar setiap saat yang biasa kita sebut rotasi. Kegiatan harian bumi ini mengharuskan diameter bagian kutub-kutub lebih kecil sekitar 43 km daripada khatulistiwa. Sedangkan gravitasi bumi sendiri sepanjang 12.756 kilometer.

Setiap Hari. Hari Bumi

Sekian review saya tentang bumi. Sangat sedikit memang. Dan jelas-jelas tidak lengkap. Nanti, saya akan menyambung lagi. Entah. Namun, saya janji pasti akan nada tulisan lagi.

Akhir kata, Selamat Hari Bumi. Sekali lagi.

Kepuharjo Pasca Erupsi. Yang katanya sudah tidak bisa dihijaukan lagi. Tanya saya, "Masih adakah sedikit warna di sana?"


(sumber artikel: http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi)

§ One Response to Selamat Hari Bumi, Kehidupan

  • cheztttt says:

    bumi,
    tempat manusia berpijak.
    tempat manusia bertahan hidup,
    tempat manusia mengabadikan kesombongannya.

    manusia hanya mampu melukai Sang Bumi,
    sedangkan Sang Bumi selalu berbaik hati terhadapnya.
    kebijaksanaan Sang Bumi terlalu sering dibalas pengkhianatan manusia.
    sesadis apapun manusia, Sang Bumi selalu memberikan bagian tubuhnya untuk dinikmati manusia.
    akan tetapi manusia dengan angkuhnya selalu menodai bumi.
    esok, lusa, beribu hari, tak akan ada bedanya.
    manusia pasti akan tetap memelacuri Sang Bumi.
    Lalu bumi hanya bisa merintih, dan merana telah dipelacuri dan dilucuti oleh sekumpulan manusia yang berkuasa.

    hahahha..
    (coment asal!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Selamat Hari Bumi, Kehidupan at elvira purba.

meta

%d bloggers like this: