Izinkan Aku Pamit

April 23, 2011 § 1 Comment

Diamku bukan karena aku benci, tapi karena tidak sanggup. Tidak sanggup sekedar menatap matamu, menyunggingkan senyum untukmu, apalagi menyapamu. Saat ini, aku hanya ingin minta izin untuk ditemukan yang lain. Bukan karena kamu, tapi aku merasa inilah saatnya aku menempuh fase yang seharusnya aku alami beberapa waktu lalu. Aku bosan bila terus menunggu dan membayangkan yang lebih. Tapi, kemana? Aku terlalu takut melangkah keluar pintu. Di mana orang yang sedang menantiku itu? Tolong, beri aku sedikit kekuatanmu. Iringi aku pergi dengan lirikanmu. Aku pamit.

§ One Response to Izinkan Aku Pamit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Izinkan Aku Pamit at elvira purba.

meta

%d bloggers like this: