YANG DIYAKINI PASTI, TERNYATA LEPAS

June 26, 2011 § 6 Comments

Tulisan ini aku buat karena tidak tahan dengan pikiran yang wara-wiri di otak. Akibat dari sms dua orang yang isinya sama, sebuah keyakinan akan sesuatu namun lepas. Jujur, aku tidak kecewa, sama sekali tidak. Memang aku sempat kaget, itupun sebabnya terbangun di tengah malam dalam tidur untuk mempersiapkan belajar dini hari nanti. Sms pertama aku membacanya dengan bingung, artinya apa ini? setelah beberapa menit baru sadar, oh begitu. Aku membalas dengan kata-kata yang tidak mengenal struktur penulisan dan mungkin si pembaca harus membacanya dengan kening berkerut. Sms kedua aku terima dengan keadaan 1juta persen sadar. Aku yakin sms itu pasti akan datang dan aku sudah mengantisipasinya. Penyesalan dan perasaaan bersalah menyelimuti kata maafnya. Ini yang aku khawatirkan. Sesuatu yang diyakini, nyata-nyatanya lepas dari tangan, padahal sudah terbayang di depan mata apa yang akan terjadi. Itu semua membuatnya merasa gagal mengemban amanah. Aku hibur dengan semampuku. Aku kuatkan dengan tenagaku yang sudah kusiapkan. Kuhirupkan semangat tipisku padanya. Aku tahu, seberapa besar perjuangan yang telah dia keluarkan untuk kami. Di tengah ujian untuk dirinya sendiri. Ikhlas dia menerima titah ini dan disambutnya dengan Basmallah. Tak apa, tak harus kita mengikuti rel yang telah dibuat. Kita buat rel kita sendiri dan yang berlari sekarang kita, bukan mereka. Tersenyumlah kita menatap fajar beberapa jam lagi ini. Beribu alasan akan kita lontarkan untuk yang tersenyum miring. Malu? Buat apa!!!! kita masih punya kebanggaan. Bias sekalipun.

ringan dan berat

Yang diyakini pasti, ternyata lepas.
Ah, mengapa untaian kata-kata itu tak terasa asing bagiku? Yang diyakini pasti, ternyata lepas. Sekali lagi kulafalkan judul yang sedang kubuat ini. Meringis hatiku. Namun, ini beda dengan paragraf di atas. Semuanya berbeda tak ada yang sama. Beda permasalahannya. Beda pelaku-pelakunya. Dan satu hal yang pasti, tidak ada perjuangan yang keluar dari tanganku. Semuanya mudah. Terlepas begitu saja. Padahal kalau semakin difikir-fikir lagi, sebenarnya hanya tinggal menunggu satu momen saja. Ya, penting dan sakral. Tapi, ternyata memang aku sedang bermusuhan dengan waktu. Tak ada kata sabar dalam kamusku saat itu. Penyesalan saat ini? Entahlah. Ingin memutar waktu dan kembali ke masa itu? Aku tak kuasa menjawab.

§ 6 Responses to YANG DIYAKINI PASTI, TERNYATA LEPAS

  • puspa says:

    sptnya ak tau makna paragraf kedua:p..be strong girl:)

  • Lia Padma says:

    aaahhh eeell, you have to know this.. pukul 7 malam, seorang kawan mengirimkan saya kabar itu. termenung. entah kenapa saya langsung mematikan ponsel. antara sadar dan mati sesaat. satu jam.. dua jam.. tiga jam kemudian, saya putuskan menyalakan ponsel kembali.. mengirimkan pesan seperlunya ke sekum paling andalan dan seorang kawan tercinta, serta menelpon kawan lainnya. lalu tertidur. pulas. terbangun, pesan singkat mbak puspa menyadarkan saya. sebut saya cengeng. mungkin saya rindu kalian. -> efek mau KKN. haha.

    nothing to regret for. terima kasih kawan-kawan.

    • elvirapurba says:

      Iya pad yang pada mau kkn dilema ninggal kehidupan jogja hahaha (sebut, pacar dan kawan). Kamu jauh e pad di Gunungkidul mana susah sinyal to? Tau ga aku kan masang Propict di FB foto kita. Aku kangen Umum huhuhu. Bercerita dulu yuk sebelum kamu sama tyas ninggalin mahkamah. Ga mau ditinggal

  • Lia Padma says:

    iya susah sinyal di sana. tp kan nggak sejauh lombok🙂 lebih tepatnya berat ninggal kawan.. toh pacar saya juga nggak nolak disebut kawan. ayoook, senin udah terjun ke GK nih.. agak lebay sih, tapi mgkn saya butuh semacam farewell.. refreshing dgn ngobrol-ngobrol sm umum.. tyas gak ada kabar nih, dia sibuk kyknya el..

    • elvirapurba says:

      aseeek. kamis aja pie? abis magrib. tempat yang sepi lah jadi kita bebas ngobrol. iya kayake tyas ribet ujian ribet ngurusin kkn. ah, aku ngga ribut apa-apa ini. huh, juni sendu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading YANG DIYAKINI PASTI, TERNYATA LEPAS at elvira purba.

meta

%d bloggers like this: