Aku Kangen Kalian. Sungguh

June 27, 2011 § Leave a comment

Pelaku: Elvira Purbaningtyas as Garol, Anggit Putri Sarwanti as Jae, Muhammad Joko Putranto as Chez, Ria Ayuningrum as Unyil, Salindri as Lilin aka Cabe, Fidina Kurniawati as Hitler, Rangga Permata as Rangga, Gilang si Manusia Tanpa Ekspresi.

Lokasi: Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul, khususnya Kecamatan Sewon, khususnya SMA N 1 Sewon, khususnya kelas XI IS4, khususnya Hati.

Waktu: 2006-present

Sudah lebih dari tiga tahun kita berpisah, kawan. Sukacita awalnya diwarnai dengan janji-janji bahwa kita akan seiyasekata. Kita akan selalu berkumpul. Saling menyambangi kampus yang lain kemudian bergegas ke rumah makan terdekat karena dirasa kantin kampus sangat tidak manusiawi. Terutama kampusku. Awalnya memang janji itu terealisasi. Di awal kuliah kita masih bermain bersama. Bahkan di sela-sela kuliah kita menyempatkan diri untuk bertemu di warung ini itu. Padahal sebagai maba jelas-jelas kita harus beradaptasi di lingkungan baru, kan? Hahaha. “Ah, aku lebih suka bergaul bareng kalian,” mungkin ungkapku saat itu.

Semuanya berawal dari Ezpanity. IS4 COMMUNITY. Ya, kelas dua kita di SMA Sewon. Kita memang tipikal orang yang sulit untuk beradaptasi. Buktinya, kita baru nyambung pas semester dua. Dan kita langsung menggila bersama. Jajan ramai-ramai di kantin beli soto yang setiap abis liburan selalu naik harganya, pulang sekolah kita sering ke rumah Cabe untuk melakukan berbagai kegiatan. Entah lotisan, ngobrol-ngobrol ga jelas, dan latihan teater yang ternyata tidak jadi kita pentaskan. Ingat ngga pas kita bebakaran ayam malam-malam itu. Janjinya jam5, tapi kita pada datang jam8 hahaha. Dan acaranya sampai tengah malam. Tapi, yang paling membahagiakan adalah gaul malam kita. Dan selalu berburu kuliner. Dari alun-alun kidul sampai angkringan Happy Land. Ingatan itu masih samar di otakku. Indah. Oya, satu lagi acara makan kita di Pemancingan Wirosaban. Namanya, sih, pemancingan tapi pancing pada rusak, umpan pun ora gablek sampai-sampai kita harus gali tanah buat nyari cacing. Rangga paling semangat saat itu.

Ternyata masih ada lagi kenangan kita. Ingat pas ulangtahun Juli? Ulangtahunku dan 3G (Ajek), tapi yang iuran banyak banget. Tujuan kita sangat jauh untuk ukuranku. Pemancingan Rawa Jombor. Jauhnya na’udzubillah. Oke, aku dibuat tersenyum saat mengingat Cabe teriak-teriak ketakutan karena aku bonceng. Demi keselamatan bersama akhirnya dia pindah bonceng Riko. Yah, aku naik motor sendiri, deh. Itu pengalaman paling tak terlupakan. Apalagi itu pas ulangtaunku ke-17. Sweet Seventen yang memang benar-benar sweet. Apalagi, ya? Banyak kenangan selama setahun yang tak terlupa. Apalagi kelas tiga kita masih akrab. Terimakasih, ya, atas kado poster super gede super gelap Battoushai. Sampai sekarang masih anteng dia di tembok kamarku. Kado yang super macho kalian itu sangat njomplang setaun kemudian. Kado di ulangtaun 18 sangat-sangat feminim, tas kempit warna coklat polkadot putih. Aih, ingat aku dengan teriakan hebohku yang mengganggu pengunjung lainnya di Bebakaran.

Demi Allah, aku sangat-sangat rindu kalian. Demi apapun di dunia ini, deh. Maaf aku hampir selalu absen di acara kita. Buka bersama 2009 karena aku ada penutupan ospek. Januari Solo karena aku harus merampungkan tugas bukuku. Mei Karaoke karena aku lebih berat ke PLKHku. Dan pas Tamansari itu, jujur aku sengaja tidak ikut. Aku sedang jenuh dan ingin sendiri, hape pun sengaja aku matikan dan aku belagak lupa. Apa lagi, ya? tentu saja masih banyak kemangkiranku dari jadwal kita. Tolong ingatkan aku. Setauku, pertemuan terakhir yang aku lalui bersama kalian adalah Buka Bersama 2010 di Raminten yang kemudian kita lanjutkan di Nol Kilometer dan kita akhiri di Angkringan Wijilan. Oh, itu sangat lama, ya. Kadaluarsa. Maaf kalau aku terkesan (sok) sibuk. Jujur, aku tak ingin itu. Menghabiskan waktu bersama kalian tentu lebih menyenangkan.

Lebih tidak enak berteman dalam satu kota tapi jarang ketemu. Dibanding dengan pertemanan beda kota. Karena, jarak yang dekat tapi kita tidak bisa bersua. Menyakitkan rasanya. Sungguh Menyiksa.
Aku kangen kalian sungguh. Rindu Ezpanity yang menyusut bahkan terkotak-kotak sekarang, rindu ketolololan keceriaan kebebasan ketawa keplak-keplakan kebersamaan kehebohan kita, rindu Jae Chez Unyil Hitler Cabe Rangga Gilang Lilik Widhut Ompong Penthet Haye CK Mitha Vivi Dwuek SiO Riko Ajek MbahJalil DhanitaCebong Babe dan penghuni Ezpanity kelas paling ujung. Aku kangen huaaaa. Kita sudah berbeda dari yang dulu, belum yang menyandang gelar akan yang menyandang gelar dan sudah menyandang gelar. Sekali lagi. Aku kangen.

tinggal ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aku Kangen Kalian. Sungguh at elvira purba.

meta

%d bloggers like this: