Kunci….

July 16, 2011 § Leave a comment

judul gambar: keys

Eel: Was wes wos wek-ewek-ewek prat-pret pletak.
Laras: And bla bla bla ya ya ya a i u e o.

    Ceritanya ngobrol ngawur nggak bermakna, yang penting ngobrol.

Dini: Eh, suka deh sama lagunya Pelangi di Malam Hari punya Vidi.
Laras: Iya, lagunya nancep banget. Sesuatu yang emang nggak mungkin.
Eel: Emang tentang apa, to?
Dini: Ya itu tadi, pelangi di malam hari kan sesuatu yang nggak mungkin (Aku tau maksud judul itu. Berasa bego banget sumpah. Sampai harus dijelasin kalo malam hari itu nggak mungkin ada pelangi. Maluuuu)
Laras: Cowok suka cewek tapi ceweknya nggak suka. Cuek gitu.
Dini: Jadi gini, El (kayak bapak-bapak yang mau cerita KISMIS). Si cowok ini suka ama cewek. Tapi, susah banget menaklukkan hatinya si cewek. Soalnya si cewek ini patah hati ama cowok lain dan nggak mau ama yang lain lagi. Nah, Si cowok ini udah usaha banget, kan, buat ndapetin ini cewek. Tapi, malah ngebuat si cewek sedih. Soalnya hatinya si cewek udah kekunci dan nggak bisa nerima cowok lain lagi.
Eel: Oalah gitu toh, Din. Tragis banget, Din.

    Dini: Kunci hatimu patah tak terganti…. (si Dini lagi nyanyi ini)

Eel: Maksute? (Laras diem aja cuma jadi pendengar)
Dini: Kan hatimu ada kuncinya toh, El? (Aku ngangguk, bingung). Kuncinya itu, ya, cowok, El. Nah, maksutnya patah tak terganti, tuh, kamu suka sama cowok tapi disakitin. Kamu udah mentok ama itu cowok, jadi, ya, nutup pintu hatimu, kuncinya patah di dalam dan patahan lainnya dibawa pergi sama cowok itu. Kalo patah di dalam artinya apa? (Aku menggeleng lugu). Ya, artinya nggak bisa dimasukin kunci lainnya.
Eel: Jadi? (Bahasanya Dini tingkat Dewa Langit).
Laras: Itu loh, El. Kunci patah, ya, nggak bisa dimasukin kunci lain. Kan patahnya di dalam. (Lagi-lagi nggak menjawab)
Dini: Kunci hatimu patah di dalam. Kunci lain nggak bisa dimasukin. Masak hatimu mau dibongkar. Gimana caranya? Ya, udah berarti selamanya kamu hidup sama patahan kunci itu. Artinya tau nggak? (tetap konsisten menggeleng). Kamu hanya suka sama cowok itu walaupun kamu cuma hidup sama patah hati dari si cowok. Dan kamu nggak bisa nerima cowok lain lagi. Karena, ya, kunci hatimu patah tak terganti.

    Obrolan di atas aku cukupkan sampai di sini aja. Karena selain kalau dilanjutin tambah membingungkan, perbincangan itu juga cuma ilustrasi. Dengan kata lain, percakapannya nggak plek sama kayak obrolan beneran kami bertiga. Soalnya aku lupa hahaha. Tapi, intinya waktu itu di kamar Laras, kami emang beneran ngebahas lagunya Si Vidi, kok.

Nah, daripada ngebahas obrolan kami yang selalu nggak penting karena kami menganggap kalo obrolan penting itu nggak penting bagi kami, lebih baik aku tulis aja liriknya Vidi yang jadi perdebatan massal. Oh, ya aku sempet nggak terima sama reff liriknya ini karena CINTA ITU HARUS MEMILIKI. CINTA NGGAK PERLU BERBALAS? IKHLAS? BOHONG BANGET. LAGIAN CINTA ITU PAMRIH DAN NGGAK PERNAH TULUS, KOK. WALAUPUN KITA NGGAK PERLU MEMILIKI ORANG YANG KITA SAYANG, TAPI KITA PENGEN DIA BAHAGIA DENGAN CINTA YANG KITA BERIKAN. HOOH TO? NAH, ITU ARTINYA APA? PAMRIH, KAN? HAYOOOO….

      Vidi Aldiano-Pelangi di Malam Hari

    Apa saja yang membuatmu bahagia
    Telah ku lakukan untukmu
    Demi mengharapkan cintamu
    Kini ku bagai menanti
    Datangnya pelangi
    Di malam hari yang sepi
    Ku sadari yang telah ku lakukan
    Membuat hatimu terpenjara
    Dan tak kuasa ku membukanya
    Walau seluruh dayaku ingin bersamamu
    Kunci hatimu patah tak terganti

    Reff :
    Cinta tak harus memiliki
    Tak harus menyakiti
    Cintaku tak harus mati
    Oh cinta
    Tak harus bersama
    Tak harus menyentuhmu
    Membiarkan dirimu dalam bahagia
    Walau tak disampingku
    Itu ketulusan cintaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kunci…. at elvira purba.

meta

%d bloggers like this: