Kau akan menangis. Jangan khawatir. Cuma belum saatnya.

July 26, 2011 § Leave a comment

Marc Ievy-All Those Things We Never Said
Disampaikan lewat tokoh Stanley kepada Julia disaat ayah si Julia meninggal. Dan ternyata Julia yang saat itu bersikukuh nggak mungkin nangis, di pemakaman ayahnya dia toh nangis juga. Kenceng lagi.

Pas baca buku pinjamannya Ayik di saat paling membosankan kelas Hukum Perniagaan Internasional langsung merasa jleb-jleb akan kata-kata itu. Jadi keinget Bendum Mahkamah 2011, Tamariska Dian Ratnaningtyas (Tyas) beberapa waktu lalu. Dia bilang, “Nggak mungkin banget nggak nangis. Mungkin saat ini bisa ketawa-tawa, tapi tunggu jam delapan (malam) ke atas, deh. Pasti nuansanya bakal dapat dan dijamin nangis. Tunggu aja.” Hahaha kenapa bisa sama, ya? Apa memang itu hukum alamnya? Bakal nangis ketika dirasa waktunya pas? Nunggu momen? Au amat gelap. Hahaha malah pusing sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kau akan menangis. Jangan khawatir. Cuma belum saatnya. at elvira purba.

meta

%d bloggers like this: