Percakapan dengan Ibu

December 27, 2011 § 2 Comments

Kembali dan kembali Ibu bertanya kepada saya, pertanyaan paling sakral dan menggelisahkan saat ini, Skripsi.

Ibu: Kapan kamu mulai nulis, Nduk?

Saya: Semester depan, Bu.

Ibu: Udah tau mau ngangkat apa?

Saya: Belum. Aku masih bingung.

Ibu: Kenapa?

Saya: Banyak judul yang mau aku bahas, tapi nggak terkonsep.

Ibu: Lha, kamu sebenernya pengen nulis apa, to? Yang gampang aja penelitiannya, dinas mana nanti Ibu bantuin.

Saya: Nggak taulah, Bu. Aku masih bingung. Pokoknya pengen ngebahas pegawai negeri aja.

Ibu: Mbok jangan susah-susah, dan jangan nggampangke gitu, toh. Jatahmu di UGM bentar lagi abis loh. Ibu udah nggak punya uang lagi kalo pengen kamu perpanjang.

Saya: Iya, Bu.

Ibu: Ah, udalah Ibu nyerah. Kamu tanya Bude Titin aja. Dia kan dulu kuliah di Hukum. Ibu nggak bisa bantu banyak kalo kamu kayak gitu terus.

Saya: *diem ngampet nangis.

Enam bulan lewat sudah sejak saya dengan berapi-api mengatakan, “Teman-teman boleh skripsi semester ini, tapi tunggu aja, pas saya besok entry KRS Penulisan Hukum, saya tinggal nulis.” Dan ternyata sampai sekarang, jangankan judul, mau ngebahas apa aja saya masih bingung. Saya mentok di ide-ide hebat saya, tapi kata orang-orang yang lebih mengerti jatuhnya susah di penelitian. Tema Kepegawaian, Kasus Perceraian PNS di Bantul (siapa yang mau jadi responden?), Fenomena Perselingkungan PNS di Bantul (Ya Allah, ini mah aib orang!); Kesehatan, Jaminan Askes bagi PNS korban merapi (it’s so yesterday, eeeel); Pariwisata, pengembangan pariwisata pantai parangtritis (nggak cuma satu, tapi udah banyak judul yang terbahas).

« Read the rest of this entry »

Advertisements

#Tesla Manaf Effendi

December 13, 2011 § Leave a comment

Saya sarankan anda membuka link di atas kalau ingin mendengar lagu-lagu dari Tesla Manaf Effendi. Dijamin telinga anda akan dibuat terperangah, bahwa musik jazz ternyata mampu dibuat dengan tidak begitu membosankannya (hal tersebut selalu saya rasakan bila mendengarkan jazz murni, bukan meng-cover sebuah lagu beda genre). Petikan-petikan gitarnya jitu menembak emosi pendengar. Benar-benar luar biasa semua karya si Echa ini. Gamelan Bali-Mahagotra Ganesha di lagu It’s All Yours mendominasi dengan jitu yang tentu saja tak menutupi permainan gitar Tesla Manaf (ada di post sebelumnya). Bahkan di lagu What We Missed selain kental dengan paduan suara Bali (maaf saya nggak tahu istilahnya), ada isian alam seperti kicauan burung, gemerisik angin, kucuran air, bahkan lonceng pun ikut menghiasi. Nah, alasan apalagi yang mampu anda utarakan untuk tidak mendengarkan?

Saya Sarankan Mendengarkan Lagu ini!

December 13, 2011 § Leave a comment

 

Sumpah ini lagu keren banget. Judulnya It’s All Yours. Penyanyinya adalah Tesla Manaf Effendi. Beneran, deh. Lagu ini bergelombang. Tahu ombak nggak? Kadang timbul, surut, mengamuk, dan tak jarang tenang menghanyut. Benar-benar ada permainan melodi sehingga tidak datar. Apalagi iringan gamelan Bali menambah riuh hati pendengarnya. Berbeda dengan kebanyakan lagu yang mampu membuat pendengarnya menguap. Datar sampai akhir. Membosankan. Sungguh lagu It’s All Yours adalah suatu ciptaan dari maestro handal sang pengaduk emosi penggemarnya. Salut.

Karnaval Taman Kanak-kanak. Boleh Saya Ulang Lagi?

December 13, 2011 § Leave a comment

Karnaval TK di Jalan Tamansiswa

Sayang banget fotonya agak blur, maklum belum bisa ngambilnya hahaha. Apalagi cuma pake toycam, jadinya, ya, begini hasilnya. Karnaval Taman Kanak-kanak adalah salah satu momen penting bagi saya, selain foto tahunan dan juga piknik hahaha. Saya mengalami karnaval ketika masih Teka Nol Kecil, sedangkan piknik adalah masa Teka Nol Besar. Bila teringat momen itu, ingin saya mengulangnya lagi. Karena apa? ehm apa, ya? mungkin karena karnaval adalah hal menggembirakan bagi anak kecil. Walaupun sekarang saya sudah tak sekecil dulu tentunya.

Globalisasi Merek

December 13, 2011 § Leave a comment

Di kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah lepas dari pemakaian suatu barang, baik itu merek dalam negeri maupun luar negeri. Tanpa kita sadari hal-hal sepele tersebut ternyata mempengaruhi kehidupan negara Indonesia. Perekonomian bangsa bergantung kepada pola hidup kita saat mengkonsumsi barang-barang bermerek dalam negeri. Akan tetapi, seringnya menggunakan merek luar negeri ternyata kita sendiri yang mematikan geliat usaha produsen dalam negeri khususnya pengusaha mikro. Konsumen Indonesia telah terpengaruh oleh pandangan merek luar negeri yang mempunyai mutu dan kualitas lebih bagus, harga lebih murah, dan mempunyai kebanggaan memakai merek luar negeri. Namun, kurang adil rasanya bila pemerintah selalu menghimbau bahkan memaksa masyarakat memakai produk bermerek dalam negeri tapi produsen dalam negeri tidak dipaksa untuk meningkatkan kualitas produksinya. Seringkali pemakaian suatu barang bukan semata karena kebanggaan memakai merek tersebut, namun karena memang kita menginginkannya. Alangkah baiknya bila kita sebagai bangsa Indonesia memang mempunyai semangat untuk mencintai merek dalam negeri.

Faktor Intern Pengganggu Kedaulatan Negara Indonesia

December 10, 2011 § Leave a comment

Penyerangan kedaulatan Negara Republik Indonesia tidak hanya dilakukan negara-negara lain saja. Dan mungkin perusakan yang dilakukan bangsanya sendiri dapat dikatakan lebih membahayakan. Belakangan ini gerakan separatis untuk membebaskan daerahnya dari kekuasaan Negara Indonesia marak dilakukan. Aceh, Poso (Sulawesi Tengah), Maluku, dan Papua adalah wilayah konflik yang terus mengganggu kedaulatan negara kita. Apabila melihat tayangan-tayangan berita di televisi dan membaca di surat kabar, akan terpampang jelas bahwa senjata yang mereka tenteng layaknya persenjataan angkatan perang. Sebut saja senjata laras panjang jenis AK-47, M-16 dan Uzzi, juga pistol. « Read the rest of this entry »

Pelaksana

December 5, 2011 § Leave a comment

Pernah saya berkata, “Untuk menyukai sesuatu, mungkin kita harus merasakan yang lainnya dulu. Yang mana berbeda bahkan bertolak belakang dengan sesuatu yang dulu itu.”
Dan ternyata seorang kawan menerapkan hal tersebut. Kepada saya.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for December, 2011 at elvira purba.