(Re)solusi

January 24, 2012 § Leave a comment

dok. pribadi

Globalisasi Merek

December 13, 2011 § Leave a comment

Di kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah lepas dari pemakaian suatu barang, baik itu merek dalam negeri maupun luar negeri. Tanpa kita sadari hal-hal sepele tersebut ternyata mempengaruhi kehidupan negara Indonesia. Perekonomian bangsa bergantung kepada pola hidup kita saat mengkonsumsi barang-barang bermerek dalam negeri. Akan tetapi, seringnya menggunakan merek luar negeri ternyata kita sendiri yang mematikan geliat usaha produsen dalam negeri khususnya pengusaha mikro. Konsumen Indonesia telah terpengaruh oleh pandangan merek luar negeri yang mempunyai mutu dan kualitas lebih bagus, harga lebih murah, dan mempunyai kebanggaan memakai merek luar negeri. Namun, kurang adil rasanya bila pemerintah selalu menghimbau bahkan memaksa masyarakat memakai produk bermerek dalam negeri tapi produsen dalam negeri tidak dipaksa untuk meningkatkan kualitas produksinya. Seringkali pemakaian suatu barang bukan semata karena kebanggaan memakai merek tersebut, namun karena memang kita menginginkannya. Alangkah baiknya bila kita sebagai bangsa Indonesia memang mempunyai semangat untuk mencintai merek dalam negeri.

Faktor Intern Pengganggu Kedaulatan Negara Indonesia

December 10, 2011 § Leave a comment

Penyerangan kedaulatan Negara Republik Indonesia tidak hanya dilakukan negara-negara lain saja. Dan mungkin perusakan yang dilakukan bangsanya sendiri dapat dikatakan lebih membahayakan. Belakangan ini gerakan separatis untuk membebaskan daerahnya dari kekuasaan Negara Indonesia marak dilakukan. Aceh, Poso (Sulawesi Tengah), Maluku, dan Papua adalah wilayah konflik yang terus mengganggu kedaulatan negara kita. Apabila melihat tayangan-tayangan berita di televisi dan membaca di surat kabar, akan terpampang jelas bahwa senjata yang mereka tenteng layaknya persenjataan angkatan perang. Sebut saja senjata laras panjang jenis AK-47, M-16 dan Uzzi, juga pistol. « Read the rest of this entry »

Menjadi Salah Satu Rencana (Judul Belum Ditentukan)

November 26, 2011 § 1 Comment

Keberadaan Pantai Parangtritis yang terletak di selatan Pulau Jawa ini memang cukup terkenal di kancah pariwisata Indonesia. Apabila wisatawan baik domestik maupun asing berkunjung ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mereka menyempatkan ke daerah Kabupaten Bantul untuk melihat keindahan alam Pantai Parangtritis. Tak heran apabila nama Kabupaten Bantul tidak dapat dipisahkan dengan Pantai Parangtritis, walaupun secara fisik pantai ini tidak seindah pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul atau di Pulau Bali. Namun, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung ke Pantai Parangtritis. Hal ini terbukti dengan membludaknya wisatawan di setiap akhir pekan terlebih saat musim liburan.

Sejarah Pantai Parangtritis sangat menarik untuk diketahui bahkan untuk dipelajari. Asal mula nama Parangtritis karena adanya cerita bahwa konon ada seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit bernama Dipokusumo yang melakukan semedi di kawasan ini. Saat sedang melakukan semedi, dia melihat air yang menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (parang). Karena melihat fenomena tersebut, maka Dipokusumo memberi nama daerah tersebut Parangtritis yang artinya air yang menetes dari batu. Mitos-mitos mengiringi keberadaan Pantai Parangtritis, bahwa pantai ini merupakan bagian dari daerah kekuasaan Ratu Pantai Selatan atau yang biasa dikenal masyarakat bernama Nyi Roro Kidul. Menurut masyarakat setempat Nyi Roro Kidul sangat menyukai warna hijau, oleh karena wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Parangtritis disarankan untuk tidak memakai baju berwarna hijau. Masyarakat juga meyakini bahwa Pantai Parangtritis, Kraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi merupakan perwujudan dari kesatuan Trimurti yang tidak dapat terpisahkan.

Lalu apa yang menjadi daya tarik Pantai Parangtritis yang menjadikannya sebagai salah satu andalan pariwisata Kabupaten Bantul? Di sisi barat pantai akan ditemui deretan bukit berbatu dan tebing karang. Sedangkan Pantai Parangkusumo, gumuk pasir, Muara Sungai Opak, Pantai Depok, dan deretan pantai lainnya menghiasi sisi timur. Selain keindahan ombak dan pasir-pasir halusnya, wisatawan mendapat keuntungan lainnya karena dengan membayar tiket masuk Pantai Parangtritis saja, maka pengunjung juga dapat menikmati deretan pantai dan tebing-tebing dalam satu paket.

Pantai Parangtritis terletak sekitar 27 kilometer arah selatan Kota Yogyakarta dengan jalan yang mudah dicapai karena berada di Jalan Parangtritis yang menjadi jalan utama penghubung Kabupaten Bantul dengan pusat kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara secara administratsi Pantai Parangtritis terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengembangan wisata Parangtritis dimaksudkan sebagai usaha menata wisata tersebut dan mengembangkannya sebagai suatu kawasan wisata yang representatif dengan mengangkat potensi-potensi yang ada di kawasan tersebut sehingga dapat meningkatkan kualitas obyek wisata maupun kualitas lingkungan sekitarnya. Pengembangan kawasan wisata ini juga dimaksudkan sebagai penataan kawasan wisata terpadu dengan memadukan beberapa kepentingan yang ada sehingga masing-masing kegiatan dapat dilakukan dengan baik dan saling menunjang. Sebenarnya sudah ada usaha pemerintah untuk menata atau mengembangkan kawasan ini menjadi obyek wisata yang lebih baik yaitu dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis, misalnya dengan pendirian Tugu Sudirman sebagai simbol Pantai Parangtritis, penyediaan lahan parkir untuk bus-bus wisata, penataan kios-kios yang memanjang sepanjang koridor menuju pantai dan lainnya, namun dengan perkembangan yang ada sekarang sudah tidak mampu lagi menampung kebutuhan wisatawan. Parangtritis terkesan berkembang tanpa kendali dan bahkan dapat dikatakan kotor, kumuh, bahkan semrawut. Berbagai kepentingan mulai masuk dan bercampur aduk dan apabila dibiarkan dapat dipastikan bahwa nantinya hal tersebut menurunkan kualitas dan memperburuk citra Parangtritis di mata wisatawan.

Obyek wisata sebagai tujuan wisatawan harus tetap dipertahankan kualitasnya. Penataan dan pengembangan kawasan wisata diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas obyek wisata dengan memberikan nilai tambah terhadap obyek wisata tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan, sehingga mampu menarik lebih banyak lagi wisatawan yang datang. Dengan segala potensi yang dimilikinya sebagai kawasan wisata, maka Parangtritis tidak dapat dipisahkan dari mistik atau kepercayaan yang ada di kawasan tersebut, terutama legenda Ratu Pantai Selatan yang bahkan menjadi mitos Parangtritis. Pengembangan kawasan wisata ini diarahkan menjadi kawasan wisata yang representatif sesuai fungsinya sebagai kawasan wisata, mampu menampung segala aktifitas wisata yang ada, di samping itu juga tetap mempertimbangkan nilai-nilai lokal yang masih kuat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul sendiri sebenarnya sudah mulai serius untuk mengembangkan potensi-potensi wisata di Kabupaten Bantul. Hal ini tercermin dari dibuatnya Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 03 Tahun 2004 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Bantul.

Peraturan ini dibuat dengan pertimbangan bahwa sumber daya alam, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni dan budaya merupakan modal yang potensial bagi usaha pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bantul; potensi kepariwisataan di Kabupaten Bantul perlu dikembangkan guna menunjang pembangunan daerah dan pembangunan kepariwisataan pada khususnya; pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bantul tidak hanya mengutamakan segi-segi pendapatan, namun juga memperhatikan segi agama, budaya, pendidikan, lingkungan hidup, ketentraman, dan ketertiban masyarakat serta kenyamanan; perlu langkah-langkah pengaturan yang mampu mewujudkan keterpaduan, keserasian dalam kegiatan penyelenggaraan kepariwisataan yang berwawasan lingkungan.

Dari uraian-uraian tersebut di atas, maka pada Kawasan Wisata Pantai Parangtritis perlu adanya Pengembangan Sektor Pariwisata Pantai Parangtritis berupa penataan kawasan yang lebih baik, kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk semakin meningkatkan daya saing Pantai Parangtritis dengan wisata-wisata alam lainnya di Indonesia agar mampu mengangkat citra Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya dan Kabupaten Bantul khususnya sebagai salah satu Kota Wisata.

Sosiologi Hukum (Sedikit Bahan untuk UTS)

October 30, 2011 § Leave a comment

TEORI SOSIOLOGI

1. Teori Fungsionalisme/Fungsionalisme Struktural

  • Setiap masyarakat adalah suatu struktur unsur yang relatif gigih dan stabil.
  • Mempunyai struktur unsur saling terkait yang terintegrasi dengan baik.
  • Setiap unsur dalam masyarakat mempunyai fungsi memberikan sumbangan pada terpeliharanya masyarakat sebagai suatu sistem.
  • Setiap struktur sosial yang berfungsi didasarkan pada konsensus mengenai nilai di kalangan para anggotanya.

Tokoh:

  1. Auguste Comte (Bapak Sosiologi dari Perancis)
  2. Emile Durkheim
  3. Parsons
  4. Robert Menton (tokoh yang sudah agak modern).

2. Teori Konflik
Asumsi untuk mengatasi masalah sosial:

  • Setiap masyarakat tunduk pada proses perubahan (karena bukan statis, tapi dinamis)
  • Disensus dan konflik terdapat di mana-mana.
  • Setiap unsur masyarakat memberikan sumbangan pada desintegrasi dan perubahan masyarakat.
  • Setiap masyarakat didasarkan pada paksaan beberapa orang anggota terhadap anggota lain.

Tokoh:

  1. Karl Marx (Historical Materialism, matter-mind)

Sering disebut Teori Perjuangan Kelas, terjadi karena material base (faktor materi) bukan faktor idealita. Dikarenakan kebutuhan utama masyarakat adalah materi.
Terbagi dua kelas (pertentangan kepentingan ekonomi)
a. Borjuis: tidak mau kehilangan harta.
b. Proletar/buruh: tidak mau terus hidup susah.
 Konfliknya tuan tanah-penggarap.

2. Max Weber.

3. Coser (Sosiolog yang relatif agak baru).
4. Dahrendorf (Sosiolog yang lebih baru lagi): konflik merupakan sumber terjadinya perubahan sosial.

3. Teori Pertukaran
Dimasukkan ke dalam mikrososiologi. Sementara dua teori sebelumnya (fungsionalisme dan konflik) masuk ke makrososiologi.
Berangkat dari asumsi tertentu:
1. Manusia selalu berusaha mencari keuntungan dalam transaksi sosialnya dengan oranglain.
2. Dalam melakukan transaksi sosial, manusia melakukan perhitungan untung rugi.
3. Manusia cenderung menyadari adanya berbagai alternatif yang tersedia baginya.
4. Manusia punya kecenderungan bersaing satu dengan yang lain.
5. Hubungan pertukaran secara umum antar individu berlangsung dalam hampir semua konteks sosial.
6. Individu pun mempertukarkan berbagai komoditas tidak berwujud, seperti perasaan dan jasa (curhat).
Tokoh:
1. Malinowski
2. Levi Strauss
3. Peter Blau
4. Homans: seseorang akan makin cenderung melakukan tindakan manakala tindakan tersebut makin disertai imbalan.

4. Teori Interaksionalisme Simbolik (masuk lingkup mikrososiologi)
Berangkat dari asumsi tertentu:
1. Manusia merupakan makhluk yang mampu menciptakan dan menggunakan simbol.
2. Manusia memakai simbol untuk berkomunikasi tidak hanya kata-kata/ucapan, tapi juga bahasa tubuh.
3. Manusia berkomunikasi melalui pengambilan peran (role taking) apabila tahu tentang orang tersebut.
4. Manusia tercipta, bertahan, dan berubah berdasarkan kemampuan manusia untuk berpikir, mendefinisikan, melakukan keuangan, dan untuk melakukan evaluasi.

Sangat sedikit hasil catatan yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan semua yang akan menghadapi UTS besok. Viva La Furia Roja hahaha
-Elvira Purbaningtyas, 08/267629/HK/17863-

Pengertian Hukum Agraria

May 8, 2011 § Leave a comment

Pengaturan tentang Agraria diatur dalam UU No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau sering disebut Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) menganut unifikasi hokum dan berdasarkan hukum adat. Menurut Boedi Harsono, hukum adat dijadikan sumber utama dan merupakan hukum aspiratif, dalam arti jika sesuatu hal belum diatur dalam peraturan maka yang berlaku hukum adat, sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan UUPA . Di dalam undang-undang ini tidak ada definisi yang menjelaskan apa itu agraria, tetapi dapat disimpulkan hukum agraria adalah hukum yang berkaitan dengan Tanah. Hal ini dapat dilihat pada batang tubuh UU ini yang jelas mengatur soal hak dan kewajiban orang atas tanah (dan ruang diatas tanah), selain itu mengatur juga tentang konversi hak-hak atas tanah yang terdapat dalam Hukum Perdata Barat (BW).

Hukum Agraria Ialah keseluruhan dari ketentuan hukum, yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain, termasuk Badan Hukum dengan Bumi, Air, dan Ruang Angkasa dalam seluruh wilayah dan mengatur pula wewenang yang bersumber pada hubungan tersebut.Hukum agraria secara umum diatur dalam UU No. 24 tahun 1960 tentang UU Pokok-pokok Agraria. Hukum agraria terdiri atas:

a.Hukum pertanahan:
Ialah bidang hukum yang mengatur hak-hak pengaturan atas tanah

b.Hukum pengairan:
Ialah yaitu bidang hukum yang mengatur hak-hak atas air

c.Hukum Pertambangan:
Ialah bidang hukum yang mengatur hak penguasaan atas bahan galian.Hukum pertambangan secara khusus diatur dalam UU no. 11 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Pertambangan

d.Hukum kehutanan:
Ialah bidang hukum yang mengatur hak-hak penguasaan atas hutan dan hasil hutan.

e. Hukum Perikanan:
Ialah bidang hukum yang mengatur hak-hak penguasaan atas ikan dan lain-lain dan perairan darat lain.
Dalam Konsepsi hukum tanah adat yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Indonesia, yang mengedepankan keseimbangan antara “kepentingan bersama” dengan “kepentingan perseorangan”. Pemilikan dan pemanfaatan tanah harus memperhatikan keselarasan. Dalam hukum tanah Barat dasarnya adalah “Individualisme” dan “liberalisme”. Secara harfiah individualisme merupakan suatu ajaran yang memberikan nilai utama pribadi, sehingga masyarakat hanyalah suatu sarana untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi. Dalam sistem hukum Belanda hak perorangan dinamakan “Hak Eigendom” di mana Eigem/orang-nya dapat berbuat apa saja dengan tanah itu baik menjual, menggadaikan, menghibahkan, menggunakan atau menelantarkan, dan bahkan merusaknya asal tidak bertentangan dengan undang-undang atau hak-hak orang lain.


Referensi:
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080829204044AAz96jS
http://www.konsultasihukumonline.com/isigol.php?id=3

    tugas Hukum Agraria tanggal 03 September 2009

Manfaat Mempelajari Hukum Adat

April 24, 2011 § Leave a comment

Apabila kita mempelajari hukum adat maka kita akan mudah memahami hukum Indonesia (positif), karena hukum adat dibentuk menurut kebiasaan masyarakat Indonesia yang memiliki sanksi dan diselaraskan dengan hukum nasional. Hukum di Indonesia salah satunya bersumber dari costum, di mana sumber tersebut mengikuti perkembangan zaman dan harus disesuaikan dengan azas–azas hukum yang berlaku dan tidak boleh bertentangan dengan ideologi bangsa. Suatu peraturan yang telah diundangkan harus disepakati dan dipatuhi bersama tanpa pengecualian. Keragaman budaya harus menyadarkan kita bahwa sangat penting memahami latar belakang sosial budaya yang berasal dari masyarakat lain.

Jika dilihat dari perwujudan kebudayaan, unsur budaya merupakan fenomena budaya di masyarakat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1.      Kebudayaan fisik (kebendaan), berupa benda-benda hasil karya manusia, misalnya perlengkapan dan alat-alat kerja.

2.      Sistem ilmu pengetahuan dan kesenian.

3.      Sistem nilai budaya atau adat istiadat sebagai kebudayaan abstrak.

Beberapa masalah sosial yang penting, yaitu:

1.      Kemiskinan adalah suatu keadaan seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.

2.      Kejahatan terbentuk melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, diferensiasi, kompensasi, identifikasi, dan kekecewaan yang agresif.

3.      Disorganisasi (keretakan) keluarga sulit dihindari karena keluarga sebagai unit-unit terkecil di tengah masyarakat yang anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.

Tugas Hukum Adat. Tertanggal 14 Desember 2009

dari berbagai sumber

Where Am I?

You are currently browsing the daritugas category at elvira purba.